Sebelum saya mulai bercerita, saya ingin menyapa para pembaca blog ini terlebih dahulu ya. Halo pembaca yang budiman, bagaimana keadaan Anda?. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat ya.

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengangkat tema mengenai penyakit yang cukup populer tak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Stroke!. Stroke merupakan salah satu penyakit yang saat ini menempati deretan angka tertinggi dalam kematian. Saking tingginya, penyakit ini bahkan berada di nomer 3 yang paling sering menyebabkan kematian selain penyakit jantung atau yang dalam dunia kedokteran disebut sebagai the silent killer.

Sudah menjadi hal umum yang kita banyak tau bahwa penyakit ini merupakan penyakit kronis yang membutuhkan proses penyembuhan yang terbilang cukup lama. Sejauh yang saya tau, penyakit ini terjadi pada seseorang dikarenakan adanya penyumbatan aliran darah ke dalam otak, sehingga ada bagian otak yang menjadi terganggu fungsinya. Pemicu utama yang sering mengakibatkan terjadinya penyakit ini biasanya disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi dalam diri seseorang. Nah lho, mulai sekarang coba deh jangan emosian. Ngeri juga kan.

Penyakit ini sendiri dapat menyerang dalam diri seseorang dalam 2 tingkatan, yaitu stroke ringan dan stroke berat. Meskipun berada dalam tahapan stroke ringan, bagi penderitanya kewaspadaan haruslah tetap diberikan, karena penyakit ini dapat saja meningkat dan dapat menjadi penyebab kematian yang tak terduga. Aduh serem banget ya.

Tentunya yang namanya sakit itu adalah kuasa Tuhan, namun tentunya di saat kita sehat kita harus menghindari sebisa mungkin pemicu-pemicunya. Diantaranya seperti mengurangi makanan yang tinggi kolesterol terutama seperti jeroan, rajin untuk rutin berolahraga, istirahat yang teratur supaya metabolisme tubuh tetap terjaga dan hindari stress. Stres bisa menyebabkan depresi yang berujung pada ketidakstabilan tekanan darah.

Nah, bagi mereka yang telah menderita penyakit stroke ringan, bisa dengan melakukan tips bagaimana terapi stroke di rumah yang aman dan selama tahap pemulihan. Namun sangat disarankan untuk menggunakan layanan fisioterapi profesional untuk membantu ya. Saat paling tepat untuk melakukan pemulihan bagi para penderita stroke dengan tingkatan ringan adalah 24 sampai dengan 48 jam setelah penderita terserang stroke pertama kali.

Untuk pelatihan pertama yang akan diberikan oleh terapis profesional, adalah terapi ditempat tidur hingga penderita stroke tersebut dapat bergerak ataupun beranjak dari tempat tidur mereka. Untuk mendapatkan terapi yang memang dapat memungkinkan penderita stroke dapat melakukan aktivitasnya sendiri, mengikuti saran dan anjuran dokter haruslah diutamakan.

Selain mengikuti berbagai petunjuk yang memang disarankan oleh dokter untuk menangani permasalahan stroke.

Jasa perawat terapi stroke ke rumah biasanya dipanggil untuk jenis perawatan penderita stroke ringan. Namun selain itu juga ada beberapa jenis pelayanan terapi lain yang difasilitasi, diantaranya adalah:

• Terapi memori, terapi ini memiliki tujuan mengembalikan memori penderita stroke yang kemungkinan hilang sebagian ataupun menyeluruh. Terapi ini dapat dilakukan dari rumah dengan cara menstimulasi otak penderita stroke dengan berbagai permainan ringan, menempelkan berbagai kata benda disekitar tempat tidur penderita sehingga dapat dilihat berulang-ulang kali.

Kemudian meletakkan benda yang memang mudah diingat dan jangan memindahkannya, memberikan konsumsi makanan yang banyak mengandung omega 3.

• Terapi gerak, terapi ini merupakan terapi wajib yang memang harus dilakukan oleh para penderita stroke ketika mereka telah memiliki kemampuan untuk berdiri dan melakukan aktivitas dalam diri mereka. Terapi ini memiliki fungsi untuk mengembalikan semua sistem gerak pada penderita stroke yang memang tidak berfungsi dengan baik.

Latihan olahraga ringan seperti treadmill, olahraga keseimbangan dan mengangkat beban, yang tentunya disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi pada penderita stroke itu sendiri.

• Terapi bicara, terapi ini merupakan terapi utama yang harus diberikan pada penderita stroke, mengingat serangan utama yang dialami oleh penderita stroke adalah hilangnya kemampuan dalam berbicara. Untuk dapat melakukan terapi ini sendiri, penderita stroke harus mengembalikan kemampuan menelan.

Dengan terapi membiasakan diri untuk meminum air putih secara langsung sedikit demi sedikit, diharapkan kemampuan menelan pada penderita stroke dapat kembali. Setelah kemampuan menelan kembali melatih mulut untuk berbicara kata per kata haruslah dilakukan oleh para penderita yang juga dapat didampingi oleh keluarga mereka.

Terapi stroke di rumah untuk penderita stroke ini sebaiknya dilakukan atas dasar rekomendasi serta anjuran dari dokter, mengingat tingkat stroke yang dialami oleh penderita akan berbeda-beda. Tanyakan intensitas dan durasi waktu yang harus dijalankan untuk dapat melakukan terapi tersebut di dalam rumah.

Akan lebih disarankan lagi jika Anda menggunakan tenaga profesional seperti fisioterapis untuk mendampingi terapi yang Anda lakukan tersebut